Diberitahukan kepada Mahasiswa/i Unisda Lamongan, bahwa pelaksanaan tutorial gelombang 3 dimulai hari Senin, 27 Mei 2019 secara serentak untuk semua tutor yang sudah dipilih pada kelas tutorial. Adapun jadwal pelaksanaanya bisa di download disini
Malam Kemuliaan
Assalamualaikum sahabat…
Alhamdulillah, Rasa syukur yang tidak terhingga kita haturkan kepada Allah SWT yang telah memberi kita kesehatan di bulan Ramadhan yang telah kita lewati hampir setengah bulan ini menambah keimanan dan kecintaan kita pada Nya, amin…
Dalam tulisan kali ini kami akan menyapaikan sedikit pencerahan bagi sahabat yang memiliki rasa perasaan tentang “malam kemuliaan pada bulan ramadhan?”. Perlu sahabat sekalian ketahui Allah SWT telah menjelaskan dalam firmannya Q.S. Al-Qadr (1-5) tentang malam kemuliaan tersebut. Dikatakan dalam Surat tersebut bahwa malam yang mulia itu lebih baik dari malam seribu bulan dan di dalamnya diturunkan Al-Qur’an. Jadi, malam kemuliaan pada Surat Al-Qadr di atas bisa diibaratkan menyerupai ibadah selama seribu bulan, dan hal tersebut juga ditegaskan lagi dalam ash-Shahihain dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah SAW. Bersabda yang artinya: “Barang siapa yang bangun untuk mendirikan shalat pada malam lailatul qadr dengan penuh keimanan dan pengharapan akan pahala, maka akan diberikan ampunan kepadanya atas dosa-dosanya yang telah lalu.”
Sahabat sekalian, yang menjadi pertanyaan berikutnya kapan malam itu dan apa tanda datangnya malam tersebut?. Dalam hadits yang diriwayatkan oleh al-Bukhari dari ‘Abdullah bin ‘Abbas bahwa Rasulullah SAW. pernah bersabda: “Carilah Lailatul Qadr pada sepuluh terakhir di bulan Ramadlan, pada sembilan hari yang tersisa, pada tujuh hari yang tersisa dan pada lima hari yang tersisa.” Banyak orang yang menafsirkannya sebagai malam-malam ganjil pada akhir bulan Ramadhan. wallaaHu a’lam.

Sahabat sekalian, adapun beberapa tanda dari malam Lailatul Qadr di jelaskan dalam beberapa peristiwa dan kejadian antara lain, dalam sabuah hadits yang artinya “…Malam itu adalah malam yang cerah yaitu malam kedua puluh tujuh (dari bulan Ramadan). Dan tanda-tandanya ialah pada pagi harinya mataharinya terbit berwarna putih tanpa sinar yang menyorot.” (HR. Muslim no. 762). Dalam hadits lain dijelaskan pula bahwa “…Sesungguhnya tanda Lailatul Qadar adalah malam cerah, terang, seolah-olah ada bulan, malam yang tenang dan tentram, tidak dingin tidak pula panas. Pada malam itu tidak dihalalkan dilemparnya bintang, sampai pagi harinya. Dan sesungguhnya, tanda Lailatul Qadar adalah, matahari di pagi harinya terbit dengan indah, tidak bersinar kuat, seperti bulan purnama, dan tidak pula dihalalkan bagi setan untuk keluar bersama matahari pagi itu.” (HR. Ahmad). Selain itu, dalam hadits lain menjelaskan bahwa “Aku tahu bahwa kalian melihat lailatul qadar pada tujuh hari terakhir Ramadan. Siapa yang sungguh-sungguh dalam mencarinya, maka carilah di tujuh hari terakhir dari bulan Ramadan.” (HR. Bukhari-Muslim). Sahabat sekalian, Itulah beberapa tanda-tanda malam kemuliaan itu, semoga sedikit penjelasan di atas dapat memberikan manfaat dan kita diberikan nikmat Allah SWT bertemu malam kemuliaan itu, Amin ya Rabbal Alamin…
Wassalamu’alaikum…
By: Zuli
Saat Allah Mengajarkan Kesabaran
Assalamualaikum sahabat….
Alhamdulillah, Rasa syukur yang tidak terhingga kita haaturkan kepada Allah yang telah memberi kita kesempatan untuk bertemu bulan mulia (Ramadhan) pada tahun ini, semoga Ramadhan yang telah kita lewati hampir setengah bulan ini menambah keimanan dan kecintaan kita pada Nya, amin…

Dalam tulisan kali ini kami akan menyapaikan sedikit pencerahan bagi sahabat yang memiliki perasaan “saat berpuasa, kenapa waktu terasa lebih lama dan cuaca terasa lebih panas?”. Perlu sahabat ketahui bahwa sebenarnya tidak ada yang berubah baik waktu yang lebih lama atau cuaca yang lebih panas, namun ketika kebanyakan orang beranggapan demikian maka yang harus kita renungkan adalah seseorang akan cedera ketika berolahraga tanpa pemanasan, begitupula dengan puasa, perasaan waktu memanjang dan cuaca memanas akan hadir karena kita belum melakukan pemanasan, pemanasan yang dimaksud adalah belajar membiasakan puasa sunnah sehingga kondisi tubuh telah biasa dalam keadaan kosong (tanpa makan dan minum) selama kurang lebih 8-9 jam.
Puasa Ramadhan adalah Ibadah kita untuk Allah, sebagaimana Hadis Rasulullah : “Allah berfirman, semua amal anak Adam baginya, kecuali puasa. Sesungguhnya puasa itu untuk-Ku dan Aku sendiri yang akan membalasnya.” (HR. Bukhari dalam kitab as-Shiyam). Dengan dasar hadis tersebut, kita sebagai umat muslim yang saat ini masih diberikan kesempatan beribadah untuk Allah, hendaknya melakukan ibadah ini dengan ikhlas, penuh syukur dan hati yang gembira, karena sesungguhnya yang kita lakukan karena (untuk) Allah tidak sebanding dengan nikmat yang Allah berikan untuk kita, dari nikmat bisa berkedip, bisa mendengar, bisa merasakan pedas, asin, pahit, hingga nikmat yang sangat besar dan tidak bisa disebutkan satu persatu.
Sahabat, saat kita berpuasa pada hakikatnya Allah mengajarkan kita kesabaran, sabar ketika merasakan lapar, sabar menjaga lisan (tidak berkata kotor, buruk dan perkataan yang tidak bermanfaat), sabar melakukan ibadah shalat tarawih yang rakaatnya lebih banyak dari rakaat shalat wajib sehari semalam, sabar saat berbuka puasa (tidak makan terlalu banyak seketika waktu karena akan menyebabkan masalah pada perut). Semoga kita bisa menyerap dan merealisasikan apa saja yang sebenarnya telah Allah ajarkan kepada kita melalui perintah-perintah Nya, dan tentunya kita menambah rasa syukur dan keimanan kita kepada Nya, amin…..
Wassalamu’alaikum…
By: Zuli
Pendistribusian Wakaf Qur’an

LPPAI News: Alhamdulillah, Sega puji bagi Allah SWT. Prorgam gerakan wakaf 1.000 Al-Qur’an Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Agama Islam (LPPAI) bekerjasama dengan Himpunan Mahasiswa Jurusan Pendidikan Agama Islam (HMJ-PAI) mulai di distribusikan ke masjid, mushola dan pesantren wilayah Lamongan, Bojonegoro dan Gresik.
Ucapan terima kasih yang tak terhingga kami sampaikan kepada para donatur yang mempercayakan kepada LPPAI dan HMJ-PAI Unisda Lamongan untuk menjadi media dalam menyalurkan dana dalam Gerakan Wakaf 1.000 Al-Qur’an tahun ini.
Gerakan Wakaf 1.000 Al-Qur’an

LPPAI News: Al-Qur’an merupakan petunjuk bagi seluruh umat manusia di muka bumi sehingga keberadaan Al-Qur’an menjadi sangat penting dalam kehidupan sehari-hari. Selain sebagai bacaan wajib umat muslim setiap hari, Al-Qur’an menjadi pedoman yang harus dipelajari setiap saat sehingga dapat bermanfaat bagi kehidupan bermasyarakat. Namun, aktivitas untuk mengaji, membaca, mempelajari dan menghayati Al-Qur’an akan terkendala ketika tidak ada Al-Qur’an sebagai medianya. Mengingat terbatasnya Al-Qur’an dibeberapa tempat ibadah dan tidak adanya anggaran pengadaan untuk membeli Al-Qur’an. Untuk itu, Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Agama Islam (LPPAI) bekerjasama dengan Himpunan Mahasiswa Jurusan Pendidikan Agama Islam (HMJ-PAI) Universitas Islam Darul ‘Ulum Lamongan mengajak kepada semua umat muslim dan seluruh civitas akademika yang ada di kampus Universitas Islam Darul ‘Ulum Lamongan khususnya, ikut menyisihkan sebagian uangnya untuk Gerakan Wakaf 1.000 Al-Qur’an untuk Mushola, Masjid dan Pesantren.