Keindahan Bersedekah

Assalamualaikum Sahabat…

Alhamdulillah, rasa syukur kita hanturkan kepada Allah SWT yang telah memberikan kita nikmat yang luar biasa berupa kesehatan baik jasmani maupun rohani sehingga kita semua masih bisa menjalankan ibadah di bulan suci ramadhan ini dengan keistiqomahan, dan semoga ibadah yang kita lakukan menambah keimanan dan keberkahan pada kehidupan kita semua, amin…

Sahabat, hari berlalu dengan cepat hingga tak terasa sudah hari ke-25 di bulan Ramadhan ini dan dipanghujung bulan ramadhan yang akan berlalu ini, maka dalam tulisan kali ini kami akan menyampaikan sedikit tentang “keindahan sedekah”. Sedekah secara definisi merupakan pemberian sesuatu kepada fakir miskin atau kepada orang yang berhak menerima, diluar kewajiban zakat dan zakat fitrah sesuai dengan kemampuan yang dimiliki si pemberi sedekah. Dibulan suci Ramadhan ini perbanyaklah bersedekah. Bisa dikatakan sedekah adalah salah satu amalan yang utama. Apabila kita banyak bersedekah artinya kita telah mengerjakan perintah Allah swt.  Selain beribadah kepada Allah, sedekah juga dapat mempererat hubungan antara orang yang sedang bersedekah dengan yang menerima sedekah. Ada beberapa keutamaan dalam bersedekah di antaranya; (1) sedekah dapat menghapus dosa; (2) sedekah dapat melipatgandakan pahala; (3) sedekah akan membebaskan kita dari siksa kubur; (4) memberian naungan di hari akhir; (5) adanya pintu khusu bagi mereka yang gemar sedekah; (6) sedekah dapat menjauhkan dari api nereka.

Sabahat sekalian, mari kita perbanyak bersedekah di bulan ramadhan ini karena banyak pahala yang Allah berikan kepada orang yang banyak bersedekah dengan keikhlasan dan niatnya karena Allah, bukan pamer atau ingin dipuji orang. Apabila kita tidak memiliki harta yang lebih untuk bersedekah, maka kita bisa berseekah dengan tenaga kita atau yang paling sederhana adalah dengan senyuman. Diumpamakan seperti pada Q.S. Al-Baqarah (261) yang artinya: “Perumpamaan orang-orang yang mendermakan (shodaqoh) harta bendanya di jalan Allah, seperti (orang yang menanam) sebutir biji yang menumbuhkan tujuh untai dan tiap-tiap untai terdapat seratus biji dan Allah melipat gandakan (balasan) kepada orang yang dikehendaki, dan Allah Maha Luas (anugrah-Nya) lagi Maha Mengetahui“. MasyaAllah luar biasanya Allah memberikan pahala pada orang yang bersedekah, hanya dengan 1 butir benih menjadi 700 biji. Itulah janji Allah Ta’ala. Tiada yang mustahil bagi Allah untuk membalas derma hamba-Nya bahkan hingga 700 kali lipat bagi orang yang bersedekah. Dalam bulan suci Ramadhan ini contohnya, banyak yang Allah janjikan pada orang yang bersedekah di antaranya seperti, orang memberi buka puasa bagi orang yang berpuasa seperti di bulan ramadhan ini, maka Allah akan memberikan pahala yang berlimpah. Hal tersebut juga dijelaskan dalam hadits yang artinya “Siapa memberi makan orang yang berpuasa, maka baginya pahala seperti orang yang berpuasa tersebut, tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa itu sedikit pun juga”. (HR. Tirmidzi). Sahabat sekalian itulah sedikit yang bisa kami sampaikan sebagai sedikit pencerahan dapat membuka hati kita semua untuk gemar bersedekah.  Mumpung bulan suci ramadhan masih tersisah 5 hari lagi, maka perbanyak bersedekah untuk memperluas ladang pahala kita.  

Wassalamualaikum …

By: Diyah

LPPAI Bagi-bagi Takjil

Setelah sukses pada program Gerakan Wakaf 1.000 Al-Qur’an untuk masjid, mushola dan pesantren yang dilaksanakan Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Agama Islam (LPPAI) di awal bulan ramadhan, LPPAI melanjutkan rutinitasnya di bulan ramadhan dengan melakukan program bagi-bagi takjil gratis di perempatan lampu merah Jl. Kusuma Bangsa, Lamongan.

Program ini menjadi program rutinitas di bulan ramadhan setiap tahunnya, ucapan terimakasih disampaikan kepada seluruh pimpinan dan temen-temen dosen dan tutor LPPAI yang turut mensuport dana dan ikut mensukseskan program bagi-bagi takjil pada hari ini (28/05/2019). 

Tutorial Gelombang 3

Diberitahukan kepada Mahasiswa/i Unisda Lamongan, bahwa pelaksanaan tutorial gelombang 3 dimulai hari Senin, 27 Mei 2019 secara serentak untuk semua tutor yang sudah dipilih pada kelas tutorial. Adapun jadwal pelaksanaanya bisa di download disini

Malam Kemuliaan

Assalamualaikum sahabat…

Alhamdulillah, Rasa syukur yang tidak terhingga kita haturkan kepada Allah SWT yang telah memberi kita kesehatan di bulan Ramadhan yang telah kita lewati hampir setengah bulan ini menambah keimanan dan kecintaan kita pada Nya, amin…

Dalam tulisan kali ini kami akan menyapaikan sedikit pencerahan bagi sahabat yang memiliki rasa perasaan tentang “malam kemuliaan pada bulan ramadhan?”. Perlu sahabat sekalian ketahui Allah SWT telah menjelaskan dalam firmannya Q.S. Al-Qadr (1-5) tentang malam kemuliaan tersebut. Dikatakan dalam Surat tersebut bahwa malam yang mulia itu lebih baik dari malam seribu bulan dan di dalamnya diturunkan Al-Qur’an. Jadi, malam kemuliaan pada Surat Al-Qadr di atas bisa diibaratkan menyerupai ibadah selama seribu bulan, dan hal tersebut juga ditegaskan lagi dalam ash-Shahihain dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah SAW. Bersabda yang artinya: “Barang siapa yang bangun untuk mendirikan shalat pada malam lailatul qadr dengan penuh keimanan dan pengharapan akan pahala, maka akan diberikan ampunan kepadanya atas dosa-dosanya yang telah lalu.”

Sahabat sekalian, yang menjadi pertanyaan berikutnya kapan malam itu dan apa tanda datangnya malam tersebut?. Dalam hadits yang diriwayatkan oleh al-Bukhari dari ‘Abdullah bin ‘Abbas bahwa Rasulullah SAW. pernah bersabda: “Carilah Lailatul Qadr pada sepuluh terakhir di bulan Ramadlan, pada sembilan hari yang tersisa, pada tujuh hari yang tersisa dan pada lima hari yang tersisa.” Banyak orang yang menafsirkannya sebagai malam-malam ganjil pada akhir bulan Ramadhan. wallaaHu a’lam. 

Sahabat sekalian, adapun beberapa tanda dari malam Lailatul Qadr di jelaskan dalam beberapa peristiwa dan kejadian antara lain, dalam sabuah hadits yang artinya “…Malam itu adalah malam yang cerah yaitu malam kedua puluh tujuh (dari bulan Ramadan). Dan tanda-tandanya ialah pada pagi harinya mataharinya terbit berwarna putih tanpa sinar yang menyorot.” (HR. Muslim no. 762). Dalam hadits lain dijelaskan pula bahwa “…Sesungguhnya tanda Lailatul Qadar adalah malam cerah, terang, seolah-olah ada bulan, malam yang tenang dan tentram, tidak dingin tidak pula panas. Pada malam itu tidak dihalalkan dilemparnya bintang, sampai pagi harinya. Dan sesungguhnya, tanda Lailatul Qadar adalah, matahari di pagi harinya terbit dengan indah, tidak bersinar kuat, seperti bulan purnama, dan tidak pula dihalalkan bagi setan untuk keluar bersama matahari pagi itu.” (HR. Ahmad). Selain itu, dalam hadits lain menjelaskan bahwa Aku tahu bahwa kalian melihat lailatul qadar pada tujuh hari terakhir Ramadan. Siapa yang sungguh-sungguh dalam mencarinya, maka carilah di tujuh hari terakhir dari bulan Ramadan.” (HR. Bukhari-Muslim). Sahabat sekalian, Itulah beberapa tanda-tanda malam kemuliaan itu, semoga sedikit penjelasan di atas dapat memberikan manfaat dan kita diberikan nikmat Allah SWT bertemu malam kemuliaan itu, Amin ya Rabbal Alamin…

Wassalamu’alaikum…

By: Zuli

Saat Allah Mengajarkan Kesabaran

Assalamualaikum sahabat….

Alhamdulillah, Rasa syukur yang tidak terhingga kita haaturkan kepada Allah yang telah memberi kita kesempatan untuk bertemu bulan mulia (Ramadhan) pada tahun ini, semoga Ramadhan yang telah kita lewati hampir setengah bulan ini menambah keimanan dan kecintaan kita pada Nya, amin…

Dalam tulisan kali ini kami akan menyapaikan sedikit pencerahan bagi sahabat yang memiliki perasaan “saat berpuasa, kenapa waktu terasa lebih lama dan cuaca terasa lebih panas?”. Perlu sahabat ketahui bahwa sebenarnya tidak ada yang berubah baik waktu yang lebih lama atau cuaca yang lebih panas, namun ketika kebanyakan orang beranggapan demikian maka yang harus kita renungkan adalah seseorang akan cedera ketika berolahraga tanpa pemanasan, begitupula dengan puasa, perasaan waktu memanjang dan cuaca memanas akan hadir karena kita belum melakukan pemanasan, pemanasan yang dimaksud adalah belajar membiasakan puasa sunnah sehingga kondisi tubuh telah biasa dalam keadaan kosong (tanpa makan dan minum) selama kurang lebih 8-9 jam.

Puasa Ramadhan adalah Ibadah kita untuk Allah, sebagaimana Hadis Rasulullah : “Allah berfirman, semua amal anak Adam baginya, kecuali puasa. Sesungguhnya puasa itu untuk-Ku dan Aku sendiri yang akan membalasnya.” (HR. Bukhari dalam kitab as-Shiyam). Dengan dasar hadis tersebut, kita sebagai umat muslim yang saat ini masih diberikan kesempatan beribadah untuk Allah, hendaknya melakukan ibadah ini dengan ikhlas, penuh syukur dan hati yang gembira, karena sesungguhnya yang kita lakukan karena (untuk) Allah tidak sebanding dengan nikmat yang Allah berikan untuk kita, dari nikmat bisa berkedip, bisa mendengar, bisa merasakan pedas, asin, pahit, hingga nikmat yang sangat besar dan tidak bisa disebutkan satu persatu.

Sahabat, saat kita berpuasa pada hakikatnya Allah mengajarkan kita kesabaran, sabar ketika merasakan lapar, sabar menjaga lisan (tidak berkata kotor, buruk dan perkataan yang tidak bermanfaat), sabar melakukan ibadah shalat tarawih yang rakaatnya lebih banyak dari rakaat shalat wajib sehari semalam, sabar saat berbuka puasa (tidak makan terlalu banyak seketika waktu karena akan menyebabkan masalah pada perut). Semoga kita bisa menyerap dan merealisasikan apa saja yang sebenarnya telah Allah ajarkan kepada kita melalui perintah-perintah Nya, dan tentunya kita menambah rasa syukur dan keimanan kita kepada Nya, amin…..

Wassalamu’alaikum…

By: Zuli

Pendistribusian Wakaf Qur’an

Proses pendistribusian Al-Qur’an ke Masjid Al-Abror Turi, Lamongan dan Baitul mu’min Kepohbaru, Bojonegoro

LPPAI News: Alhamdulillah, Sega puji bagi Allah SWT. Prorgam gerakan wakaf 1.000 Al-Qur’an Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Agama Islam (LPPAI) bekerjasama dengan Himpunan Mahasiswa Jurusan Pendidikan Agama Islam (HMJ-PAI) mulai di distribusikan ke masjid, mushola dan pesantren wilayah Lamongan, Bojonegoro dan Gresik.

Ucapan terima kasih yang tak terhingga kami sampaikan kepada para donatur yang mempercayakan kepada LPPAI dan HMJ-PAI Unisda Lamongan untuk menjadi media dalam menyalurkan dana dalam Gerakan Wakaf 1.000 Al-Qur’an tahun ini.

Gerakan Wakaf 1.000 Al-Qur’an

LPPAI News: Al-Qur’an merupakan petunjuk bagi seluruh umat manusia di muka bumi sehingga keberadaan Al-Qur’an menjadi sangat penting dalam kehidupan sehari-hari. Selain sebagai bacaan wajib umat muslim setiap hari, Al-Qur’an menjadi pedoman yang harus dipelajari setiap saat sehingga dapat bermanfaat bagi kehidupan bermasyarakat. Namun, aktivitas untuk mengaji, membaca, mempelajari dan menghayati Al-Qur’an akan terkendala ketika tidak ada Al-Qur’an  sebagai medianya. Mengingat terbatasnya Al-Qur’an dibeberapa tempat ibadah dan tidak adanya anggaran pengadaan untuk membeli Al-Qur’an. Untuk itu, Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Agama Islam (LPPAI) bekerjasama dengan Himpunan Mahasiswa Jurusan Pendidikan Agama Islam (HMJ-PAI) Universitas Islam Darul ‘Ulum Lamongan mengajak kepada semua umat muslim dan seluruh civitas akademika yang ada di kampus Universitas Islam Darul ‘Ulum Lamongan khususnya, ikut menyisihkan sebagian uangnya untuk Gerakan Wakaf 1.000 Al-Qur’an untuk Mushola, Masjid dan Pesantren.